
TANGGULKUNDUNG – Mengawali Jumat dengan keberkahan, warga Desa Tanggulkundung terus melestarikan tradisi religius melalui kegiatan Yasinan rutin. Kegiatan yang diikuti oleh Ibu-ibu PKK dan warga setempat ini bukan sekadar ritual ibadah, melainkan telah menjadi wadah utama untuk memperkuat kerukunan antarwarga.
Acara yang berpindah dari rumah ke rumah (sistem anjangsana) ini dimulai setelah salat jum’at. Suasana khusyuk sangat terasa saat lantunan ayat suci Surah Yasin menggema, dikirimkan khusus untuk para leluhur dan keluarga yang telah berpulang.
Lebih dari Sekadar Doa Bersama
Bagi masyarakat Tanggulkundung, Yasinan rutin ini memiliki beberapa fungsi penting:
-
Sarana Komunikasi: Menjadi tempat berkumpulnya warga untuk saling bertukar kabar atau membahas perkembangan desa secara informal.
-
Gotong Royong: Membantu meringankan beban tuan rumah melalui sistem sumbangan sukarela atau sekadar tenaga untuk mempersiapkan tempat.
-
Edukasi Religi: Seringkali disisipi dengan mauidzah hasanah (ceramah singkat) dari tokoh agama setempat untuk menambah wawasan keislaman.
“Kegiatan ini sudah turun-temurun. Selain mencari pahala, di sinilah tempat kami melepas lelah setelah bekerja seharian dengan mengobrol santai bersama tetangga,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Menjaga Tradisi di Era Modern
Meskipun zaman kian maju, antusiasme warga Desa Tanggulkundung dalam mengikuti Yasinan patut diacungi jempol. Kehadiran generasi muda ini menjadi sinyal positif bahwa nilai-nilai spiritual dan sosial di desa tetap terjaga dengan baik.

Acara biasanya ditutup dengan ramah tamah dan menikmati hidangan sederhana yang disajikan secara lesehan, menambah kesan kekeluargaan yang kental.
