
Tanggulkundung, 13 Februari 2026 – Guna mempererat silaturahmi sekaligus menjaring aspirasi langsung dari akar rumput, Polres Tulungagung kembali menggelar kegiatan rutin Jumat Curhat. Kali ini, kegiatan bertempat di Balai Desa Tanggulkundung, Kecamatan Besuki, pada Jumat pagi.
Kegiatan ini menjadi wadah dialog interaktif antara aparat kepolisian dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Acara dibuka oleh Kepala Desa Tanggulkundung, yang menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran jajaran kepolisian dan tingkat kecamatan di desanya.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Kapolres dan Pak Camat. Ini adalah kesempatan langka bagi warga kami untuk menyampaikan unek-unek secara langsung. Harapannya, melalui dialog ini, segala potensi gangguan keamanan di desa kami bisa dicarikan solusinya bersama-sama agar warga bisa beraktivitas dengan tenang,” ujar Kades Tanggulkundung.
Camat Besuki yang turut hadir memberikan penekanan pada aspek sosial dan administratif di wilayah kecamatan. Beliau mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk kejanggalan di lingkungan masing-masing.
“Keamanan itu bukan hanya soal tidak ada maling, tapi juga soal kerukunan antarwarga. Kami dari pihak Kecamatan mendukung penuh langkah Polres ini. Mari kita jaga kekompakan, karena wilayah yang tertib adalah modal utama untuk pembangunan desa yang lebih baik,” tegas Camat Besuki.
Dalam sesi utama, Kapolres Tulungagung menekankan bahwa program Jumat Curhat adalah bentuk transparansi dan upaya “jemput bola” Polri dalam melayani masyarakat. Kapolres mendengarkan langsung berbagai keluhan, mulai dari isu knalpot brong hingga pengamanan lingkungan menjelang hari-hari besar.
“Kami datang ke Tanggulkundung bukan untuk menggurui, tapi untuk mendengar. Aspirasi dari Bapak-Ibu sekalian adalah bahan evaluasi penting bagi kami. Komitmen kami jelas: menciptakan wilayah yang kondusif, aman, dan Ayem Tentrem. Polisi tidak bisa bekerja sendirian tanpa bantuan informasi dan partisipasi aktif dari panjenengan semua,” ungkap Kapolres Tulungagung.
Menjaring Aspirasi, Membangun Solusi
Dalam sambutannya, perwakilan dari Polres Tulungagung menegaskan bahwa keamanan wilayah bukan hanya tanggung jawab Polri semata, melainkan hasil sinergi bersama masyarakat. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:
-
Pencegahan Kriminalitas: Sosialisasi mengenai kewaspadaan terhadap pencurian kendaraan bermotor dan penipuan berbasis online.
-
Lalu Lintas: Menanggapi keluhan warga terkait knalpot brong dan keselamatan berkendara di jalan desa.
-
Penyalahgunaan Narkoba: Komitmen bersama untuk menjaga pemuda desa dari bahaya peredaran gelap narkoba.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dinamis. Beberapa poin yang dijaring dalam aspirasi warga antara lain:
-
Peningkatan intensitas patroli di jalur-jalur sepi saat malam hari.
-
Edukasi berkendara bagi remaja desa.
-
Koordinasi antara Bhabinkamtibmas dengan perangkat desa terkait tamu asing.
Mewujudkan Tulungagung yang Kondusif
Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Warga Tanggulkundung tampak antusias menyampaikan unek-unek mereka, mulai dari permintaan peningkatan patroli pada jam rawan hingga prosedur pengurusan surat-surat kendaraan.
“Program Jumat Curhat ini adalah upaya jemput bola. Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi keresahan masyarakat, sehingga kami bisa menentukan langkah preventif yang tepat,” ujar salah satu pejabat utama Polres Tulungagung di lokasi.
Dengan adanya komunikasi dua arah ini, diharapkan wilayah hukum Polres Tulungagung, khususnya Desa Tanggulkundung, tetap berada dalam kondisi yang:
-
Kondusif: Terkendali dari segala bentuk potensi konflik.
-
Tertib: Masyarakat patuh pada aturan hukum yang berlaku.
-
Aman & Ayem Tentrem: Menciptakan ketenangan batin bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk terus menjaga kerukunan warga demi terwujudnya visi Tulungagung yang Mulyo Lan Tinoto.
Gak Pake Sekat, Warga Bebas Curhat
Tanpa protokol yang kaku, warga Tanggulkundung bebas menyampaikan apa saja yang ada di hati mereka. Namanya juga “Curhat”, jadi semua masalah dibahas, mulai dari:
-
Keamanan Lingkungan: Titik-titik mana saja yang butuh patroli lebih sering.
-
Kenakalan Remaja: Biar anak-anak muda nggak salah pergaulan atau main balap liar.
-
Masalah Desa: Sampai urusan kamtibmas yang sehari-hari ditemui warga di sawah atau pasar.
Biar Desa Tetap Kondusif & Tertib
Pihak Polres Tulungagung menekankan kalau polisi itu bukan sosok yang menakutkan, tapi teman buat masyarakat. Lewat obrolan ini, Polri ingin memastikan wilayah kita ini benar-benar:
-
Aman: Jauh dari maling atau gangguan kriminal.
-
Tertib: Aturan lalu lintas dan norma desa tetap jalan.
-
Ayem Tentrem: Hati tenang, tidur nyenyak, dan kerja pun lancar.
“Kami senang kalau warga mau terbuka. Aspirasi ini jadi bahan evaluasi kami supaya pelayanan ke masyarakat bisa makin oke,” kata salah satu anggota Polres di sela-sela acara.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara polisi dan warga Tanggulkundung, diharapkan situasi tetap terkendali. Kalau semuanya rukun, Tulungagung ya pasti makin jos dan nyaman buat ditinggali.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama antara jajaran Polres, Kecamatan, dan Pemerintah Desa untuk terus menjaga kondusivitas wilayah demi kenyamanan seluruh warga Tulungagung terutama Desa Tanggulkundung.


