TANGGULKUNDUNG – Senin, 02 Februari 2026, Pemerintah Desa Tanggulkundung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP), Posyandu di Desa Tanggulkundung kini tidak lagi hanya melayani bayi dan balita, melainkan seluruh siklus hidup manusia, mulai dari ibu hamil hingga lansia.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa/Posyandu setempat ini dihadiri dan didampingi langsung oleh Kepala Desa Tanggulkundung, jajaran perangkat desa, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas wilayah setempat.

Suasana Balai Desa Tanggulkundung nampak lebih ramai dari biasanya. Pemerintah Desa Tanggulkundung secara resmi menggelar giat Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu setempat. Kegiatan ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan bulan penimbangan serta distribusi Vitamin A bagi balita

Sambutan Kepala Desa: “Kesehatan adalah Investasi Desa”

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Tanggulkundung. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa penerapan ILP bukan sekadar prosedur administratif, melainkan upaya jemput bola untuk memastikan kualitas hidup warga.

“Bapak dan Ibu, Posyandu kita sekarang sudah naik kelas. Tidak hanya untuk menimbang bayi, tapi kakek-neneknya dan remaja juga harus rutin periksa di sini melalui sistem ILP. Saya minta para orang tua memastikan anaknya mendapat Vitamin A hari ini, karena kesehatan anak-anak kita adalah masa depan Desa Tanggulkundung,” tegas Kepala Desa dalam sambutannya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada para kader dan Bidan Desa yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di akar rumput.


Pemberian Vitamin A oleh Bidan Desa

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian kapsul Vitamin A secara simbolis dan menyeluruh. Bidan Desa Tanggulkundung memimpin langsung proses ini untuk memastikan ketepatan dosis:

  • Kapsul Biru (100.000 IU): Untuk bayi usia 6-11 bulan.

  • Kapsul Merah (200.000 IU): Untuk balita usia 12-59 bulan dan ibu nifas.

Bidan Desa menjelaskan bahwa pemberian Vitamin A ini krusial untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap penyakit infeksi seperti campak dan diare, serta mencegah kebutaan.


Transformasi Layanan melalui ILP

Berbeda dengan kegiatan rutin sebelumnya, penerapan ILP di Desa Tanggulkundung kini menggunakan format Klaster Siklus Hidup. Warga yang datang dikelompokkan berdasarkan usia untuk mendapatkan skrining kesehatan yang spesifik:

  1. Ibu Hamil & Menyusui: Pemeriksaan kehamilan dan konseling gizi.

  2. Bayi & Balita: Penimbangan, imunisasi, dan pemberian Vitamin A.

  3. Remaja: Skrining anemia dan edukasi kesehatan reproduksi.

  4. Usia Produktif & Lansia: Cek tekanan darah, gula darah, dan lingkar perut untuk deteksi dini penyakit tidak menular (PTM).

Apa Itu ILP di Posyandu?

ILP merupakan garda terdepan dalam transformasi kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan. Berbeda dengan posyandu konvensional, ILP menekankan pada penguatan skrining kesehatan di tingkat desa.

Poin Penting Pelaksanaan ILP di Desa Tanggulkundung

  • Pendampingan Langsung Kepala Desa: Bapak Kepala Desa Tanggulkundung hadir untuk memastikan sarana dan prasarana mencukupi serta memberikan motivasi kepada warga agar lebih peduli terhadap deteksi dini penyakit.

  • Sistem 5 Langkah (Klaster): Pelayanan kini dibagi menjadi klaster-klaster khusus:

    1. Pendaftaran.

    2. Penimbangan dan Pengukuran.

    3. Pencatatan dan Skrining Kesehatan (Cek tensi, gula darah, dll).

    4. Pelayanan Kesehatan & Penyuluhan.

    5. Validasi Data & Evaluasi.

  • Sasaran Menyeluruh: Pelayanan diberikan secara serentak kepada Ibu Hamil, Bayi/Balita, Remaja, Usia Dewasa, hingga Lansia dalam satu waktu dan tempat yang terintegrasi.

Pernyataan Kepala Desa Tanggulkundung

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tanggulkundung menyampaikan bahwa perubahan sistem menjadi ILP ini adalah langkah nyata desa dalam mempercepat pelayanan publik.

“Kami ingin memastikan tidak ada warga Tanggulkundung yang terlewat dalam pemeriksaan kesehatan. Dengan sistem ILP ini, satu keluarga yang datang bisa langsung diperiksa semua anggota keluarganya, dari anaknya yang balita sampai kakek-neneknya. Kami mendukung penuh kebutuhan para kader agar layanan ini berjalan maksimal,” ujar beliau.


Dampak Positif Bagi Masyarakat

Dengan adanya pendampingan intensif dari pemerintah desa dan tenaga medis, masyarakat kini mendapatkan akses deteksi dini terhadap penyakit tidak menular (seperti hipertensi dan diabetes) secara lebih mudah dan gratis. Selain itu, sinkronisasi data kesehatan warga menjadi lebih akurat karena tercatat secara digital dan terintegrasi.

Bagaimana reaksi anda mengenai artikel ini ?