
TANGGULKUNDUNG – Kamis, 05 Februari 2026 Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh, Pemerintah Desa Tanggulkundung menggelar sosialisasi dan koordinasi terkait Integrasi Layanan Primer (ILP). Kegiatan ini tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan, tetapi juga menggandeng pilar-pilar sosial desa seperti Pendamping Desa, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Kader Pembangunan Manusia (KPM).
Apa Itu ILP?
ILP merupakan transformasi pelayanan kesehatan yang fokus pada siklus hidup. Jadi, pelayanan tidak lagi terkotak-kotak per penyakit, melainkan menyasar seluruh usia—mulai dari ibu hamil, bayi, remaja, dewasa, hingga lansia—dalam satu kesatuan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Kolaborasi Lintas Sektor
Kehadiran berbagai elemen dalam rapat koordinasi ini menunjukkan bahwa urusan kesehatan bukan hanya tugas bidan desa semata:
-
Pendamping Desa: Memastikan perencanaan dan penganggaran dana desa mendukung penuh sarana prasarana posyandu siklus hidup.
-
TKSK: Membantu pemetaan warga kurang mampu agar mendapatkan akses kesehatan tanpa terkendala administrasi atau biaya.
-
KPM Desa Tanggulkundung: Menjadi ujung tombak dalam memantau data stunting dan memastikan setiap sasaran (bumil dan balita) hadir di layanan kesehatan.
“Kuncinya adalah data yang sinkron. Dengan ILP, kita ingin memastikan tidak ada warga Tanggulkundung yang terlewat dari pemantauan kesehatan, baik itu masalah gizi anak maupun pemeriksaan rutin lansia,” ujar salah satu perwakilan KPM di sela-sela kegiatan.
Target Kedepan
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan Posyandu di Desa Tanggulkundung dapat bertransformasi menjadi Posyandu Prima yang lebih aktif dan responsif terhadap kebutuhan warga. Peran aktif masyarakat sangat diharapkan agar program ILP ini bisa berjalan maksimal demi mewujudkan warga Tanggulkundung yang sehat dan produktif.
